GFF 2022 Bahas Transisi Energi dan Tata Kelola Kolaboratif
TEMPO

GFF 2022 Bahas Transisi Energi dan Tata Kelola Kolaboratif

  • Admin Pijar Foundation
  • 26 October 2022
  • Exposure
Global Future Fellows (GFF) oleh Pijar Foundation resmi dibuka pada Selasa, 27 September 2022 di Sofitel Nusa Dua, Bali. Rangkaian GFFdimulai dengan residensi selama lima hari yang mengumpulkan 36 pemain strategis, yang kemudian disebut dengan GFFellows. Adapun Fellows yang berpartisipasi pada program ini datang dari berbagai lokasi di Indonesia - mulai dari Jakarta, Makassar, Sumba, sampai Yogyakarta, Para GFFellows mewakili hampir 30 organisasi di sektor energi dengan tujuan menjaga proses transisi yang adil dan inklusif. Selain para GFFellows yang beragam, GFF juga menghadiri pembicara dari berbagai lokasi, seperti Australia dan Selandia Baru.

GFF merupakan program fellowship yang bertujuan mendorong sinergi antara sektor publik, privat, dan komunitas dalam proses transisi energi. Hasil utama yang diharapkan adalah Rencana Aksi Bersama atau “Action Roadmap” bersifat praktis untuk memimpin beragam pemain kunci ke arah yang sama dalam transisi energi.

Hadir dalam pembukaan resmi GFF 2022, Wakil Menteri BUMN Republik Indonesia Pahala Mansury menekankan pentingnya tema GFF 2022 yaitu “Safeguarding Indonesia’s Energy Transition”.

Dalam kata sambutannya, Pahala menyampaikan bahwa Kementerian BUMN sangat mengapresiasi Pijar Foundation yang telah menginisiasi Global Future Fellows. Indonesia memiliki target untuk menjadi salah satu dari lima ekonomi terbesar pada 2045. "Saya percaya bahwa kita dapat melakukannya lebih awal dari itu. Kuncinya terletak pada transisi hijau, khususnya dekarbonisasi sektor ekonomi dan transisi energi, untuk mempercepat pencapaian target negara kita. Kita harus membangun generasi penerus untuk membangun Indonesia, seperti Anda semua, para Fellows yang ada di ruangan ini," ujarnya.

Setelah kata sambutan, acara dilanjutkan dengan dua Panel Talk. Sesi dialog pertama membahas keseimbangan antara bisnis dan kesejahteraan masyarakat dan menghadirkan Rachmat Kaimuddin, Deputi Bidang Koordinasi Infrastruktur dan Transportasi,  Kementerian Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi; Shinta Kamdani, Wakil Ketua Kamar Dagang dan Industri Indonesia (KADIN) yang juga Chair B20; serta Tri Mumpuni, Direktur Eksekutif Institut Bisnis dan Ekonomi Kerakyatan (IBEKA) sekaligus Anggota Dewan Pengarah Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN). Para panelis menyetujui bahwa tata kelola kolaboratif memilikiperan penting dalam menutupi kesenjangan dalam transisi energi, sekaligus memecahkan masalah masa depan energi. 

Sesi panel kedua menghadirkan Fabby Tumiwa, Direktur Eksekutif Institute for Essential Services Reform dan Thomas Brzostowski, Direktur Pengembangan Strategis, The Nature Conservancy, sebuah organisasi lingkungan global. Para pembicara menekankan peran pentingnya masyarakat sipil (civil society) dalam mengidentifikasi dan menyuarakan kebutuhan lokal.

Sementara itu, Direktur GFF Cazadira F. Tamzil memaparkan bahwa para GFFellows atau penerima fellowship hingga Jumat, 30 September akan terlibat dalam diskusi dan secara bersama-sama akan membuat Rencana Aksi Bersama (Action Roadmap). “Nantinya, dokumen yang dihasilkan para Fellows akan dipresentasikan di hadapan pengambil kebijakan kunci di Jakarta saat penutupan GFF 2022 Oktober mendatang. Kami berharap dokumen ini dapat menjadi panduan praktis yang dapat mempromosikan arah bersama untuk transisi energi di Indonesia,” ujar Cazadira.

Source: https://inforial.tempo.co/info/1007061/gff-2022-bahas-transisi-energi-dan-tata-kelola-kolaboratif
Jakarta Office:
Jalan Taman Patra III No. 2 Kuningan, Jakarta Selatan 12950
Yogyakarta Office:
Jl. Dewi Sartika No. 9, Terban, Kec. Gondokusuman, Yogyakarta 555223
hello@pijarfoundation.org

SOCIAL MEDIA

Let’s be Pijarian, Let’s be heroes for Indonesia’s sustainable & equal future!

Facebook
Instagram

SUBSCRIPTION

Stay connected to the future through Pijar. Let's collaborate, let's be Pijarian!