Pemerintah Apresiasi SHAFIEC Sebagai Pendorong Ekonomi Syariah
INVESTOR

Pemerintah Apresiasi SHAFIEC Sebagai Pendorong Ekonomi Syariah

  • Admin Pijar
  • 15 Februari 2022
  • Eksposur

Future Higher Education

Jakarta – Wakil Presiden (Wapres) KH Ma’ruf Amin menyatakan Pemerintah menyambut baik pendirian Center for Sharia Finance & Digital Economy Universitas Nadlatul Ulama Yogyakarta (SHAFIEC UNU Yogyakarta) sebagai salah satu ikhtiar untuk pengembangan ekonomi- keuangan syariah serta ekonomi digital. Menurut Wapres, Pemerintah terus mengembangkan berbagai kebijakan strategis untuk mengakselerasi pertumbuhan sektor ekonomi dan keuangan syariah, serta sektor ekonomi digital nasional.

Hal ini demi menangkap besarnya peluang pada kedua sektor ini. “Pendirian SHAFIEC merupakan inisiatif yang patut diapresiasi sehingga literasi ekonomi dan keuangan syariah serta ekonomi digital akan semakin berkembang pesat,” kata Wapres Ma’ruf Amin, saat meresmikan secara virtual pendirian SHAFIEC, Jumat (12/3/2021).Wapres menyoroti tiga tantangan yang setidaknya dihadapi dalam pengembangan ekonomi dan keuangan syariah agar berdaya saing global.

Pertama adalah pengembangan halal value chain. Respons pemerintah dalam menjawab tantangan pertama ini, di antaranya, berupa pembentukan kawasan industri halal (KIH), penguatan industri dan UMKM berbasis syariah/halal melalui UU Cipta Kerja, pendirian Bank Syariah Indonesia (BSI), serta perluasan partisipasi masyarakat secara aktif dalam pengembangan ekonomi syariah.Pasalnya untuk melahirkan industri halal yang efisien, perlu dikembangkan ekosistem halal yang terintegrasi dalam kegiatan ekonomi. Yakni mulai dari input, proses produksi, distribusi, pemasaran, hingga konsumen. Untuk mendukung ini, pemerintah saat ini terus berupaya memperbanyak pembentukan KIH.Kedua, lanjut Wapres, adalah digitalisasi. Pemerintah terus menyediakan dukungan tidak hanya dari sisi regulasi, tetapi juga dari sisi pengembangan infrastruktur. Tujuannya untuk menguatkan platform ekonomi digital. Pemerintah telah mengembangkan program konektivitas digital, seperti Palapa Ring, penyediaan kapasitas satelit multifungsi pemerintah (SATRIA), dan pembangunan menara BTS (Base Transceiver Station).

Selain itu, pemerintah juga tengah menyusun Strategi Nasional Ekonomi Digital.Ketiga adalah sumber daya manusia (SDM). Pada sisi ini, Wapres menekankan pentingnya peran kampus dalam melahirkan SDM andal di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Mengingat saat ini, Indonesia masih kekurangan SDM di bidang ekonomi dan keuangan syariah. Wapres pun meminta kurikulum disusun dengan menyesuaikan kebutuhan industri. “Saat ini, pemenuhan kebutuhan SDM syariah dipenuhi dari SDM umum melalui berbagai pelatihan. Ke depan, seiring ekonomi dan keuangan syariah yang terus berkembang, maka menciptakan SDM yang benar-benar ahli di bidang ini merupakan suatu kebutuhan,” ujar Wapres.

Wapres mengharapkan SHAFIEC dapat memainkan peran penting dalam ekosistem ekonomi syariah dan ekonomi digital nasional untuk mewujudkan Indonesia Maju. Menteri Keuangan selaku Ketua Umum Ikatan Ahli Ekonomi Islam Indonesia (IAEI) Sri Mulyani Indrawati yang juga menjadi pembicara pada acara tersebut mengharapkan kontribusi SHAFIEC. Khususnya dalam mengembangkan kualitas SDM dan berbagai kebijakan di bidang ekonomi sesuai dengan dinamika global dan dinamika perubahan teknologi. Akan tetapi,  Menkeu mengingatkan agar tetap mengacu dan berlandaskan pada nilai-nilai Islami.“Keadilan, kejujuran, integritas, dan kompetensi atau profesionalitas, semua ini adalah landasan tata kelola berdasarkan keislaman, yaitu akuntabel dan bisa dipercaya,” urai Sri Mulyani.Hadir dalam seremoni ini Menteri Sekretaris Negara selaku Chairman Board of Trustee SHAFIEC UNU Yogyakarta Pratikno, Rektor UNU Yogyakarta Purwo Santoso, Ketua Pengurus Wilayah Nahdlatul Ulama Daerah Istimewa Yogyakarta Fahmi Akbar Idris, praktisi bisnis, dan civitas academica UNU Yogyakarta. Sementara itu, Wapres didampingi oleh Kepala Sekretariat Wakil Presiden serta Staf Khusus Wapres Masduki Baidlowi, Masykuri Abdillah, dan Bambang Widianto.

Berita Terkait
“Bakar Uang” Dianggap Biang Kerok PHK di Startup, Begini Kata Futurolog
“Bakar Uang” Dianggap Biang Kerok PHK di Startup, Begini Kata Futurolog
IDXChannel - Istilah bakar uang sedang hangat dibicarakan dan dianggap jadi biang kerok kasus pemutusan hubungan kerja (PHK) yang dilakukan oleh beberapa startup. Futurolog sekaligus Direktur Eksekutif Pijar Foundation, Ferro Ferizka Aryananda mengatakan fenomena ini sebenarnya lumrah terjadi di dunia startup, namun perusahaan harus mengembalikan uang yang dikeluarkan menjadi sebuah pendapatan. "Sebenarnya praktik "membakar uang" […]
Peran Penting Kepercayaan Publik dalam Penanganan Pandemi
Peran Penting Kepercayaan Publik dalam Penanganan Pandemi
Kepercayaan publik adalah komponen yang krusial dalam implementasi kesehatan publik yang efektif. Saat ini, keberhasilan berbagai otoritas dalam menangani pandemi COVID-19 bergantung pada seberapa efektif kepercayaan yang dibangun dan dipelihara dengan publik atau masyarakat. Kepercayaan ini berlaku dua arah, masyarakat perlu percaya kepada pemerintah melalui kebijakan yang berlaku dan pemerintah juga perlu percaya kepada masyarakat […]
Indonesia Bersih Melalui Ekosistem Tata Kelola Sampah yang Sehat
Indonesia Bersih Melalui Ekosistem Tata Kelola Sampah yang Sehat
Menurut Kementerian Lingkungan Hidup dan Kehutanan (KLHK), total sampah nasional pada tahun 2021 mencapai 68,5 juta ton, dimana 17 persen atau 11,6 juta ton adalah sampah plastik. Diprediksikan jumlah sampah akan terus meningkat, disebabkan oleh terus meningkatnya laju pertumbuhan penduduk bumi juga urbanisasi. Beberapa negara maju sudah menjadikan sampah sebagai bagian penting dari industri – […]
Jakarta Office:
Jalan Taman Patra III No. 2 Kuningan, Jakarta Selatan 12950
Yogyakarta Office:
Jl. Dewi Sartika No. 9, Terban, Kec. Gondokusuman, Yogyakarta 555223
hello@pijarfoundation.org

MEDIA SOSIAL

Mari berkolaborasi, ciptakan masa depan yang berkelanjutan & berkesetaraan!

Facebook
Instagram

BERLANGGANAN

Terus terhubung dengan masa depan melalui Pijar. Mari berkolaborasi, mari menjadi Pijarian!